Cirebon, 2 Mei 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Forum Komunikasi ASN Jawa Barat (FORKOM ASN Jabar) menggelar Webinar Nasional bertajuk “Deep Learning: Solusi atau Ilusi?” pada Jumat (2/5) secara daring. Kegiatan ini menjadi momentum reflektif untuk meneguhkan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan nasional di era digital.
Webinar ini menghadirkan Dr. Moh. Ali, M.Pd., Dosen sekaligus Kaprodi PJJ S2 Pendidikan Agama Islam (PAI), Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sebagai narasumber tunggal. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan nasional memiliki misi luhur: mengembangkan kemampuan, membentuk watak, dan membangun peradaban bangsa yang bermartabat. Pendidikan, ujarnya, bukan hanya tanggung jawab guru dan pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat.
Dr. Moh. Ali menjelaskan pentingnya strategi deep learning dalam konteks pendidikan masa kini. Menurutnya, ada empat faktor utama yang mendorong urgensi penggunaan pendekatan ini: ledakan data pendidikan (big data), kebutuhan personalisasi pembelajaran, tantangan keterbatasan pembelajaran konvensional, dan transformasi digital di era Revolusi Industri 4.0. Namun, ia juga mengingatkan bahwa deep learning bukan tanpa tantangan.
“Tantangan utama terletak pada kesiapan SDM dan infrastruktur, kualitas data dan model, serta kesesuaian dengan pendekatan pedagogis. Tidak semua bentuk interaksi pembelajaran bisa digantikan oleh sistem otomatis,”
Dr. Moh. Ali.
Deep learning, menurut Dr. Moh. Ali, bisa menjadi solusi dalam mengelola data besar dan mendukung pembelajaran yang lebih adaptif, tetapi akan menjadi ilusi jika konteks etika, pedagogi, dan akses digital diabaikan.

Dalam pesannya, Dr. Moh. Ali juga menekankan peran penting guru sebagai ujung tombak pendidikan bermutu. “Dalam rangka memajukan pendidikan nasional, guru harus terus berupaya meningkatkan layanan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang bermutu adalah prasyarat utama untuk menjadi bangsa maju dan bermartabat,” ujarnya.
Sementara itu, M. Qomarudin, Ketua FORKOM ASN Jabar, mengungkapkan bahwa webinar ini diikuti oleh lebih dari 1.200 peserta yang mendaftar secara daring. “Sebanyak 479 peserta aktif mengikuti melalui Zoom Meeting, sementara sisanya mengikuti secara live streaming di kanal YouTube,” jelasnya.
Kegiatan ini diapresiasi oleh banyak peserta sebagai forum ilmiah yang membuka wawasan kritis terhadap integrasi teknologi cerdas dalam dunia pendidikan. FORKOM ASN Jabar berharap webinar ini menjadi inspirasi untuk memperkuat peran ASN dalam mendukung transformasi pendidikan di Indonesia.