Cirebon, 4 Agustus 2026 – Sebanyak 412 mahasiswa baru tahun 2026 Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) S2 Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengikuti Pelatihan Learning Management System (LMS) pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan mahasiswa sebelum memasuki perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Pelatihan bertujuan membekali mahasiswa baru dengan kemampuan menggunakan LMS sebagai media utama pembelajaran dalam sistem Pendidikan Jarak Jauh. Peserta diperkenalkan dengan berbagai fitur LMS, mulai dari mengakses kelas dan bahan ajar, mengikuti diskusi, mengumpulkan tugas, mengerjakan kuis dan ujian daring, hingga memantau aktivitas akademik.
Ketua Program Studi PJJ S2 PAI Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Moh. Ali, M.Pd., mengatakan bahwa penguasaan LMS menjadi bekal penting bagi mahasiswa sejak awal perkuliahan.
“Pelatihan LMS ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh mahasiswa siap mengikuti pembelajaran sejak hari pertama. Kami berharap mahasiswa mampu memanfaatkan LMS secara optimal untuk mendukung proses belajar yang aktif, mandiri, dan kolaboratif,” ujarnya.
Antusiasme terlihat dari keaktifan mahasiswa dalam mengikuti praktik dan mencoba berbagai fitur LMS. Mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia juga mendapatkan pendampingan untuk mengatasi kendala teknis selama pelatihan.
Sementara itu, Kepala UPT Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Muslihudin, M.Ag., menegaskan bahwa penguatan kemampuan digital mahasiswa merupakan bagian dari upaya membangun pembelajaran jarak jauh yang berkualitas.
“LMS menjadi jantung pembelajaran pada sistem Pendidikan Jarak Jauh. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan dan kesiapan dalam menggunakan platform ini agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, fleksibel, dan berkualitas,” jelasnya.
Pelatihan LMS bagi 412 mahasiswa baru tahun 2026 tersebut sekaligus menegaskan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat transformasi pendidikan berbasis digital. Dengan kesiapan teknologi dan kompetensi digital yang memadai, mahasiswa diharapkan mampu mengikuti perkuliahan secara mandiri, interaktif, dan kolaboratif serta berkembang menjadi lulusan yang unggul dan adaptif di era digital. [AH]