Review Kurikulum PJJ S2 PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon 2025: Dorong Penguatan Kurikulum Berbasis OBE dan Inovasi Pembelajaran Digital

Cirebon, 22 Oktober 2025 — Dalam rangka meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan jarak jauh di tingkat pascasarjana, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PJJ S2 PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon aktif berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Review Kurikulum yang diselenggarakan oleh Unit Pendidikan Jarak Jauh (UPT PJJ).
Kegiatan yang berlangsung pada 20–21 Oktober 2025 di Grage Hotel Cirebon ini mengusung tema “Review Kurikulum PJJ Berorientasi Outcome Based Education (OBE) Merespon Permenristekdikti No. 39 Tahun 2025.”

FGD ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., Kepala UPT PJJ Dr. Muslihudin, M.Ag., serta para ketua dan sekretaris program studi PJJ. Dari Program Studi PJJ S2 PAI, hadir Ketua Prodi Dr. Moh. Ali, M.Pd.I., Sekretaris Prodi Dr. Ade Hidayat, M.Pd., dan para dosen homebase PJJ S2 PAI.


Selain itu, Dr. Dadan Rahardian, S.T., M.M. tampil sebagai narasumber utama yang memaparkan strategi penyelarasan kurikulum PJJ berbasis OBE serta penguatan program micro credential untuk mendukung pembelajaran digital yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta FGD terlibat dalam delapan sesi diskusi intensif yang membahas berbagai aspek penyusunan kurikulum, meliputi perumusan profil dan capaian pembelajaran lulusan (CPL), penetapan bahan kajian dan mata kuliah, pembobotan SKS, serta keselarasan antara CPL, metode pembelajaran, dan asesmen.
Sesi khusus juga membahas tata kelola kurikulum dan strategi pelaksanaan perkuliahan berbasis Learning Management System (LMS) sebagai fondasi utama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam arahannya, Wakil Rektor I Dr. Ayus Ahmad Yusuf, M.Si., memberikan masukan strategis mengenai arah pengembangan kurikulum berbasis OBE di lingkungan universitas.

“Kurikulum pascasarjana harus mampu menjadi rujukan dalam pengembangan keilmuan Islam integratif yang berbasis riset dan inovasi. PJJ S2 PAI, misalnya, perlu menonjolkan keunggulan pada literasi digital keislaman, moderasi beragama, serta kemampuan analitis dalam menghadapi isu-isu kontemporer pendidikan Islam,” jelasnya.

Beliau juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dosen dan optimalisasi teknologi pembelajaran agar mutu akademik PJJ di tingkat magister tetap terjaga dan berdaya saing global.

Sementara itu, Kepala UPT PJJ, Dr. Muslihudin, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas akademik PJJ tetap adaptif terhadap dinamika kebijakan nasional dan perkembangan teknologi pendidikan.

“Melalui FGD ini, kami ingin memastikan setiap program studi, termasuk PJJ S2 PAI, memiliki kurikulum yang tidak hanya berorientasi capaian, tetapi juga mampu menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja akademik,” ujarnya.

Dalam sesi refleksi, Ketua Prodi PJJ S2 PAI, Dr. Moh. Ali, M.Pd.I., menegaskan bahwa pembaruan kurikulum menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat arah pendidikan Islam berbasis kompetensi dan riset.

“Kami ingin menghadirkan kurikulum yang menumbuhkan kemampuan analisis, kepemimpinan pendidikan Islam, serta penguasaan teknologi digital pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam wasathiyah. Inilah bentuk kesiapan PJJ S2 PAI menghadapi tantangan transformasi digital di pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Prodi, Dr. Ade Hidayat, M.Pd., menambahkan bahwa pendekatan OBE memberikan arah yang lebih jelas terhadap mutu lulusan.

“Kurikulum baru akan menekankan integrasi antara pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai spiritual-kultural dalam format pembelajaran jarak jauh yang interaktif dan kolaboratif,” ujarnya.

Masukan Strategis untuk Penguatan Kurikulum PJJ S2 PAI

Sebagai hasil tindak lanjut FGD, tim PJJ S2 PAI merumuskan beberapa masukan strategis, antara lain:

  1. Integrasi Literasi Digital Islam dan Moderasi Beragama. Lulusan PJJ S2 PAI diharapkan memiliki kompetensi kepemimpinan pendidikan Islam yang unggul dalam literasi digital serta mampu menginternalisasikan nilai-nilai Islam wasathiyah (moderasi beragama) dalam praktik pendidikan.

  2. Pendekatan OBE dan Pembelajaran Berbasis Riset. Kurikulum disusun dengan pemetaan yang terukur antara CPL, bahan kajian, metode, dan asesmen berbasis riset untuk menghasilkan lulusan magister yang reflektif, inovatif, dan problem solver.

  3. Penguatan Micro Credential dan Digital Pedagogy. Program PJJ S2 PAI akan mengembangkan micro credential seperti Islamic Digital Pedagogy, Leadership in Islamic Education, dan Islamic Counseling in the Digital Era sebagai bentuk pengayaan kompetensi profesional.

  4. Pembelajaran Adaptif dan Kolaboratif Berbasis LMS. Penggunaan learning analytics, virtual classroom, dan digital mentoring system akan diperkuat untuk menciptakan pengalaman belajar yang personal, interaktif, dan efektif.

Masukan ini akan ditindaklanjuti oleh tim akademik PJJ S2 PAI bersama Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam penyusunan dokumen kurikulum final yang akan diterapkan mulai Tahun Akademik 2026/2027.

Kegiatan FGD ditutup dengan perumusan rekomendasi tindak lanjut bersama pimpinan fakultas dan unit akademik guna memastikan hasil review dapat diimplementasikan secara konsisten.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PJJ S2 PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya sebagai pelopor pengembangan kurikulum pascasarjana pendidikan Islam berbasis Outcome Based Education dan inovasi pembelajaran digital di Indonesia. [AH]

Review Your Cart
0
Add Coupon Code
Subtotal

 
Scroll to Top