Cirebon, 24 Oktober 2025 — Sejumlah dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menjalin kolaborasi dengan Pondok Pesantren Annida Cirebon dalam pelaksanaan pelatihan bertajuk “Pengembangan Konsep Diri dan Keterampilan Sosial Santri Berbasis Sirah Nabawiyah.”

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Ade Hidayat, M.Pd., Sekretaris Program Studi PJJ S2 PAI sekaligus Ketua Peneliti, dengan anggota peneliti Eha Julaeha, M.Ag., dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam.
Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari Penelitian Dasar Interdisipliner yang didanai oleh DIPA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2025. Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Aula Pondok Pesantren Annida Cirebon, dengan dukungan penuh dari Pengasuh Pondok, Pimpinan Pesantren, Dr. KH. Wawan Ahmad Ridwan, M.Ag. dan Dr. Hj. Rina Rindanah, M.Pd.
Sebagai bentuk kolaborasi multidisipliner, kegiatan ini juga menggandeng Komunitas Pengajar Sejarah dan Sirah (Kompass) Peradaban, dengan menghadirkan Ustadzah Mardiah Hapsah, S.Pd. sebagai pemateri. Beliau memberikan penguatan konseptual dan inspiratif mengenai nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam pembentukan karakter dan konsep diri remaja Muslim.
Program pelatihan yang dilaksanakan pada 24 Oktober 2025 ini berfokus pada penerapan nilai-nilai Sirah Nabawiyah untuk memperkuat konsep diri dan keterampilan sosial santri. Melalui pendekatan bimbingan yang terstruktur, reflektif, dan kontekstual, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran diri, empati, serta kemampuan santri dalam membangun relasi sosial yang positif dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Menurut Dr. Ade Hidayat, Sirah Nabawiyah merupakan pendekatan edukatif yang relevan dan aplikatif dalam pengembangan karakter remaja. “Nilai-nilai kehidupan Rasulullah SAW tidak hanya membentuk kepribadian yang tangguh secara spiritual, tetapi juga mengajarkan keterampilan sosial yang adaptif dan empatik dalam menghadapi tantangan aktual,” ungkapnya.
Sementara itu, Eha Julaeha, M.Ag. menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan lembaga pendidikan keislaman seperti pesantren. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pendekatan ilmiah dalam bimbingan dan konseling dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai spiritual yang diajarkan di pesantren,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadzah Mardiah Hapsah, S.Pd. dari Kompass Peradaban mengajak para santri untuk meneladani Rasulullah SAW tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam akhlak sosial, kepemimpinan, dan kecerdasan emosional. “Sirah adalah cermin perjalanan manusia menuju kedewasaan spiritual dan sosial. Melalui kisah Rasulullah, santri dapat belajar cara mengenali diri, mengelola emosi, dan membangun hubungan yang penuh kasih,” tuturnya.

Pihak pesantren, melalui Dr. KH. Wawan Ahmad Ridwan dan Dr. Rina Rindanah menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah inovatif dalam memperkuat pembinaan karakter santri. Mereka berharap hasil penelitian ini dapat menjadi model pengembangan program bimbingan berbasis nilai-nilai Islam di berbagai pesantren.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena sejalan dengan visi pesantren untuk membentuk santri yang berkarakter, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” ujar Dr. Rina Rindanah.
Kolaborasi antara UIN Siber Syekh Nurjati, Ponpes Annida, dan Kompass Peradaban ini menandai langkah strategis dalam membangun jembatan antara riset akademik dan praktik pendidikan berbasis nilai keislaman. [AH]
